Langsung ke konten utama

Ciri-ciri Asuransi Jiwa Tradisional dan Modern

Apakah ciri-ciri asuransi jiwa tradisional dan modern? Kini asuransi jiwa seolah-olah menjadi kebutuhan primer yang harus dimiliki oleh semua orang. Seseorang yang sudah mendaftarkan diri di perusahaan asuransi jiwa akan merasa lebih terlindungi. Jika sewaktu-waktu ada kejadian buruk yang menimpa, maka perusahaan tersebut telah siap melindungi Anda terutama soal biaya perawatan sampai tuntas.

Berdasarkan periodenya, asuransi jiwa dapat dikelompokkan menjadi dua jenis. Di antaranya yaitu asuransi jiwa tradisional serta asuransi jiwa modern. Beberapa orang juga menyebut asuransi jiwa modern sebagai unit link. Sebagai orang awam, sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang masing-masing dari asuransi jiwa tersebut, termasuk mengetahui apa perbedaan dari keduanya.

asuransi-jiwa-tradisional-modern.jpg

Asuransi Jiwa Tradisional

Asuransi jiwa tradisional memiliki besar premi dan uang pertanggungan yang tetap. Semuanya bersifat konstan sejak dimulainya masa asuransi hingga akhir masa asuransi tersebut selesai. Besarnya tingkat bunga yang bisa didapatkan oleh para pemegang polis juga bersifat konstan sepanjang kontrak asuransi tersebut berlaku. Sedangkan untuk proses pembayaran preminya sudah diatur jadwalnya sebelumnya. Apakah harus membayarkan premi secara bulanan, tiga bulan sekali, enam bulan sekali, atau setiap tahun. Sayangnya para pemegang polis tidak bisa mengetahui komposisi biaya, tabel mortalitas, dan tingkat bunga secara rinci.

Asuransi Jiwa Modern

Komposisi premi pada asuransi jiwa modern dideskripsikan secara lebih rinci dan dipisahkan antara premi asuransi murni, biaya, serta tingkat bunganya. Yang menarik adalah semua rincian komposisi premi di atas bisa diketahui dengan gamblang oleh calon pemegang polis. Asuransi jiwa modern juga mengenal sistem masa pembayaran premi dan besar uang pertanggungan yang berubah-ubah atau tidak memiliki jadwal yang tetap. Selain itu, pemegang asuransi jiwa modern pun dapat meningkatkan premi semaunya kapan saja.

Jadi asuransi jiwa modern membutuhkan metode administrasi yang jauh lebih rumit dibandingkan dengan asuransi jiwa tradisional. Penyebabnya yaitu besarnya nilai investasi yang wajib dikelola secara profesional. Keunikan lainnya ialah calon pemegang polis asuransi jiwa modern bebas menentukan sektor investasinya seperti saham, obligasi, pasar uang, deposito, atau yang lainnya. Cuma karena nilai tunai polis ditentukan dari kinerja komite investasi perusahaan asuransi yang mengelolanya, maka Anda tidak bisa tahu pasti nilai tunai yang bakal diterima jika mengajukan pembatalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Resiko Terlambat Membayar Premi Asuransi!

Apakah resikonya jika kita sampai terlambat membayar premi asuransi? Untuk memperoleh perlindungan dalam kehidupannya, sebagian besar orang akan mendaftarkan diri di perusahaan asuransi. Tidak hanya asuransi jiwa, saat ini sudah ada banyak sekali ragam asuransi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda. Di antaranya meliputi asuransi rumah, asuransi kendaraan, asuransi pendidikan, asuransi pekerjaan, dan lain-lain. Salah satu kewajiban Anda sebagai pemegang polis asuransi adalah membayar premi setiap kurun waktu tertentu. Ada premi yang harus dilunasi setiap bulan, 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau setiap tahun. Besarnya premi pun berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing perusahaan asuransi serta jenis asuransi yang Anda pilih. Premi ini bisa diibaratkan seperti iuran yang harus dibayarkan kepada perusahaan asuransi. Namanya juga manusia pasti tidak akan luput dari kata lupa. Begitu pula dengan Anda saat ini yang mungkin secara tidak sengaja lupa membayar premi asuransi hing...

Cara Mengurus Klaim Asuransi Motor yang Hilang

Bagaimana cara mengurus/klaim asuransi motor yang hilang?Asuransi sepeda motor biasanya memberikan tanggungan pada kasus hilangnya kendaraan yang diasuransikan. Maksud kehilangan di sini adalah motor hilang dalam kondisi diparkir/pencurian ketika motor diam, pencurian, perampasan, atau penodongan, serta kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan motor kira-kira lebih dari 80%. Motor yang hilang karena kasus penipuan atau hipnotis tidak ditanggung asuransi. Pemilik salah mengisi identitas kendaraan maupun nama, atau kerugian tidak dijamin dalam polis juga dapat menyebabkan klaim Anda ditolak. Sementara motor yang dibeli tunai umumnya belum memiliki asuransi sehingga Anda perlu mengasuransikannya secara terpisah. Besar tanggungan asuransi yang didapatkan oleh motor yang hilang disesuaikan dengan periode umur kendaraan tersebut dan kebijakan masing-masing perusahaan asuransi . Kebanyakan motor yang usianya masih 6 bulan pertama diganti 100%, 6 bulan kedua diganti 95%, tahun kedua diganti 85...