Langsung ke konten utama

3 Tugas Utama Agen Marketing Asuransi

Apakah tugas dari seorang agen/marketing asuransi? Asuransi penting sekali untuk menjamin semua aset yang Anda miliki. Mengingat asuransi ini begitu krusial, maka orang yang membutuhkannya pun ada banyak. Hal ini mendorong geliat di dunia asuransi semakin meningkat, termasuk peluang di dalamnya. Potensi sebagai seorang marketing asuransi sangat terbuka lebar dan memiliki prospek yang bagus asalkan dijalani dengan sepenuh hati.

Syarat mutlak yang harus dimiliki oleh semua agen/marketing asuransi ialah jaringan yang luas. Hal ini berkaitan dengan salah satu tugas utamanya yaitu memperluas jaringan perusahaan asuransi tempatnya ia bekerja. Perlu diketahui, pekerjaan marketing berbeda dengan sales walaupun hubungan keduanya erat sekali. Kalau seorang sales bertanggung jawab dalam penjualan, berbeda dengan marketing yang bertugas untuk pemasaran.

Seorang marketing mempunyai tanggung jawab untuk memperkenalkan, memberitahu klien, dan membuka jalan bagi klien tersebut untuk mengembangkan usahanya. Khusus untuk marketing asuransi, ia berkewajiban untuk meningkatkan penjualan dari semua produk asuransi. Banyaknya ragam dari produk asuransi membuat pekerjaan seorang agen asuransi juga dipengaruhi oleh jenis produk yang dimiliki oleh perusahaan asuransi. Ada kalanya agen asuransi akan berhadapan dengan produk untuk perorangan, namun di lain waktu ia akan mendapatkan produk untuk perusahaan.

tugas-agen-marketing-asuransi.jpg

Pada kesempatan kali ini, kami hanya akan membahas tugas-tugas utama dari seorang agen/marketing asuransi!

  1. Memperluas Jaringan Perusahaan

Seorang agen asuransi harus betul-betul memahami perusahaan yang menjadi tempat bekerjanya karena berkaitan erat dengan tugas pokoknya. Ia harus memberitahukan semua informasi tentang perusahaan kepada khalayak ramai demi melakukan perluasan jaringan. Agen tidak harus memastikan setiap orang yang ditemuinya mengambil/membeli produknya, tetapi sebatas memberitahu saja. Ia juga biasanya akan meninggalkan informasi kontaknya agar saat orang tersebut membutuhkan asuransi bisa langsung menghubunginya. Semakin sering agen melakukan pertemuan, maka semakin luas jaringannya dan semakin besar pula potensi pembeliannya.

  1. Menerangkan Produk Asuransi

Kunci sukses dalam melakukan perluasan jaringan ialah pemahaman tentang produk asuransi yang Anda pegang. Bagus sekali kalau Anda mampu menguasai semua materi yang berkaitan dengan produk tersebut. Kesalahan dalam pemahaman atau lupa beberapa materi akan mengakibatkan kesalahan yang sangat fatal. Salah satunya yaitu calon konsumen akan salah pula mengerti tentang produk yang ditawarkan. Ingat bahwa penjual harus selalu lebih tahu daripada pembelinya. Adapun materi yang wajib Anda kuasai di luar kepala misalnya klaim, klausul, reimburstmen, pertanggungan, dan premi.

  1. Menjalin Hubungan Baik

Tali silaturahmi antara Anda dengan semua orang yang pernah ditemui harus terus terjaga dengan baik. Jangan pernah sekali pun menghapus salah satu kontak dari mereka atau melupakannya. Lakukan pendekatan personal secara terus-menerus. Semakin Anda akrab dengan mereka, maka semakin besar pula rasa kepercayaan yang dimiliki oleh mereka kepada Anda. Sekali-kali boleh ajak mereka makan siang bersama atau sekadar ngopi untuk membahas tentang asuransi lebih mendalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepuluh Penyebab Klaim Asuransi Tidak Dibayar

Apakah penyebab-penyebab klaim asuransi yang Anda ajukan tidak dibayar? Tidak sedikit orang yang sudah merasa ketakutan kalau mendengar kata asuransi. Memang tak bisa dipungkiri kalau asuransi masih mendapatkan citra negatif bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebanyakan orang beranggapan kalau semua perusahaan asuransi itu sama saja bisanya hanya mengobral janji. Namun faktanya kini sudah banyak sekali perusahaan asuransi yang profesional. Salah satu faktor yang menjadi tolak ukur kualitas dari suatu perusahaan asuransi ialah pelayanannya dalam membayar klaim kepada para nasabah. Perusahaan asuransi yang cepat tanggap dalam menindaklanjuti permohonan klaim merupakan perusahaan yang berkualitas. Sebaliknya perusahaan asuransi yang berbelit-belit seperti enggan memberikan pertanggungjawabannya dapat dikatakan tidak berkualitas. Tapi sebelum memberikan penilaian seperti itu, alangkah baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu kenapa sih klaim Anda sampai ditolak? Sebenarnya hanya...

Ciri-ciri Asuransi Syariah yang Murni

Asuransi sangat dibutuhkan oleh semua orang untuk memberikan perlindungan terhadap diri sendiri dan orang-orang terkasih. Sayangnya konsep asuransi konvensional banyak dipenuhi oleh unsur riba. Sebagai umat islam, tentu kita wajib menghindari riba karena bahayanya sangat buruk bagi kehidupan di dunia maupun akhirat. Itu sebabnya, jika masih berminat mendaftarkan diri sebagai pemegang polis, sebaiknya Anda memilih produk asuransi yang berbasis syariah. Beruntung kita tinggal di Indonesia. Sebab di negara dengan jumlah penganut muslim terbanyak di dunia ini produk asuransi yang berkonsep syariah terbilang sangat mudah ditemukan. Ada banyak sekali perusahaan-perusahaan asuransi yang sudah mengeluarkan produk khusus yang dibuat dengan prinsip-prinsip syariah. Tinggal kita saja sebagai nasabah harus jeli memperhatikan bahwa produk tersebut memang benar murni syariah atau sekadar omong kosong belaka. Berdasarkan Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), asuransi sya...

Inilah Resiko Terlambat Membayar Premi Asuransi!

Apakah resikonya jika kita sampai terlambat membayar premi asuransi? Untuk memperoleh perlindungan dalam kehidupannya, sebagian besar orang akan mendaftarkan diri di perusahaan asuransi. Tidak hanya asuransi jiwa, saat ini sudah ada banyak sekali ragam asuransi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda. Di antaranya meliputi asuransi rumah, asuransi kendaraan, asuransi pendidikan, asuransi pekerjaan, dan lain-lain. Salah satu kewajiban Anda sebagai pemegang polis asuransi adalah membayar premi setiap kurun waktu tertentu. Ada premi yang harus dilunasi setiap bulan, 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau setiap tahun. Besarnya premi pun berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing perusahaan asuransi serta jenis asuransi yang Anda pilih. Premi ini bisa diibaratkan seperti iuran yang harus dibayarkan kepada perusahaan asuransi. Namanya juga manusia pasti tidak akan luput dari kata lupa. Begitu pula dengan Anda saat ini yang mungkin secara tidak sengaja lupa membayar premi asuransi hing...